PRODI KPI IAI DDI POLEWALI MANDAR SUKSES SELENGGARAKAN SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN

Seminar Nasional Pendidikan Sipakaraya yang diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 5 Mei 2018 oleh Prodi KPI (Komisi Penyiaran Informasi) IAI DDI Polewali Mandar sukses besar. Seminar Nasional Pendidikan Sipakaraya tersebut bertajuk “Rekonstruksi Paradigma Pendidikan dan Sinergitas Lembaga dalam Era Digital Berorientasi pada Pembagunan Daerah Berbudaya.” Acara tersebut berlangsung di Gedung PKK Kab. Polewali Mandar 08.30 hingga pukul 17.30. Acara tersebut dibuka oleh bapak Bupati Polewali Mandar dalam hal ini yang mewakili Asisten II, Rektor IAI DDI Polewali Mandar, dan Pengurus Besar DDI Polewali Mandar.

Ada lima narasumber dalam acara tersebut, yaitu Prof. Dr. H. Bermawy Munthe, MA, dari UIN Jogjakarta, Dr. H. Anwar Sewang, M. Ag. dari STAIN Parapare, Fajar Eri Dianto dari Relawan TIK Indonesia, Dr. Andri Johandri, M. Eng. dari Puspindes Pemalang, dan Muh. Mihram, S. Pd., M. Pd. dari GEG (Google Educator Groups) Sulawesi Barat. Namun disayangkan bahwa Prof Dr. H. Bermawy Munthe, MA, tidak dapat hadir karena berlainan hal.

“Seminar Nasional Pendidikan Sipakaraya dengan tema Rekonstruksi Paradigma Pendidikan dan Sinergitas Lembaga dalam Era Digital Berorientasi pada Pembagunan Daerah Berbudaya diselenggarakan untuk mewujudkan tujuan yang berkaitan dengan Cyber University 5.0 dalam revolusi industri 4.0.” jelas Dr. H. Anwar Sewang, M. Ag.

Fajar Eri Dianto sebagai Ketua Relawan TIK Indonesia menyampaikan dalam forum seminar tersebut bahwa di era digital perlu adanya relawan yang dapat mendampingi pemerintah dalam hal ini desa untuk membantu mereka dalam mengolah data desa berbasis digital. Menyambung hal itu, Dr. Andri Johandri, M. Eng., mendukung hal itu dengan aplikasi yang dapat digunakan oleh relawan di desa saat menjalankan program tersebut. Untuk sinergitas tersebut, Fajar Eri Dianto, mengambil kesempatan itu dengan segera membentuk dan mengukuhkan Relawan TIK.

“Strategi yang mutakhir di era digital adalah menciptakan suasana belajar yang seperti hotel bintang lima,” jelas Muh. Mihram, S. Pd., M. Pd. dari GEG (Google Educator Groups) Sulawesi Barat. Menurutnya, strategi pembelajaran di abad 21 sangat perlu dikaitkan dengan aktifitas peserta didik dalam kesehariannya, dalam hal ini digital. Strategi pembelajaran audio-visual yang dapat dirancang sedemikian rupa hingga menjadi menarik dan nyaman serta akrab pada peserta didik, akan memudahkan informasi yang akan disampaikan diterima dengan baik oleh peserta didik. Dr. Andri Johandri, M. Eng., di akhir seminar pun menambahkan bahwa Polman berpotensi menjadi Kota Percontohan seluruh Indonesia dalam hal Cyber City karena kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dan keberhasilan yang mereka capai.

Tidak hanya kegiatan seminar tersebut, KPI IAI DDI Polewali Mandar berhasil me-launching aplikasi yang dapat membantu pemerintah dan masyarakat. Kelebihan aplikasi tersebut memudahkan akses antara wirausahawan (baik dalam Badan Usaha Milik Desa, Industri Rumahan, serta pelayanan jasa) dan konsumen. Aplikasi tersebut juga memberikan layanan pembelian seperti pulsa, voucher game, dan voucher WIFI.ID, dan pembayaran seperti tagihan telepon, token listrik, BPJS Kesehatan, transportasi pesawat dan kereta, PDAM, kartu kredit, cicilan dan lain-lain. Aplikasi tersebut diberi nama “DOITA” yang dari produk TeMoney.

Seminar Nasional Pendidikan Sipakaraya berhasil menggait hingga 200 peserta. Peserta yang hadir terdiri atas Dosen, Guru, serta Mahasiswa. Dosen yang hadir pada seminar tersebut beberapa diantaranya hadir sebagai pemakalah nasional yang nantinya makalah atau karya tulis tersebut akan dikumpulkan, dirangkum, dan diterbitkan secara nasional.

Untuk menindaklanjuti acara seminar tersebut, Dekan FDK (Fakultas Dakwah dan Komunikasi) IAI DDI Polman, Bapak Abdul Haris Nawawi, S. Ag., S. Pd., M. Pd. I., Ketua Prodi KPI (Komisi Penyiaran Informasi) IAI DDI Polman, Muh. Mihram Rahman, S. Pd., M. Pd., dan Ketua Panitia Pelaksana Semnas, Bapak Muhammad Adam, S. Pd., MM, secara optimis dan yakin bahwa kegiatan tersebut akan membawa banyak perubahan dalam dunia pendidikan, perekonomian, serta dinamika kehidupan di era digital saat ini. Mereka juga optimis akan menyelenggarakan seminar selanjutnya di akhir tahun 2018 ini dengan skala “internasional.” rdh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *